Born to be a Teacher?

Friday, September 23, 2016

Thanks God it's friday! Dunno why, passion buat nge-post selalu datangnya di hari Jumat hahahah that's why I called it as Jumat Barokah!

Well, I'm gonna talk about a Teacher. Kira-kira apa yang kamu pikirkan tentang seorang "Guru?"
Dulu, ketika saya masih sekolah, saya menjumpai banyak figur seorang guru. Ada yang "murni" mencerminkan sosok guru dan ada pula yang sekedar jadi guru (Sorry to say this. It's just ma opinion). Ibu bapak saya juga guru, lho. Dan saya melihat mereka menjadi cermin untuk figur seorang guru yang baik. Orang-orang selalu mengatakan kalau bapak-ibunya guru biasanya anaknya juga akan jadi guru. Honestly, saya tidak pernah bercita-cita menjadi seorang guru. Hahaha. Bagaimana tidak, menjadi seorang guru bukan hal yang mudah. Guru harus memiliki kemampuan berpikir yang baik, ilmu yang luas, memiliki akhlak yang terpuji, menjadi panutan untuk orang lain, belajar sampai mati, siap makan hati, pandai psikologi menjiwai diri orang lain, lembut dan tegas disaat bersamaan, menahan diri dari luapan emosi, tidak mencampur adukkan masalah pribadi ke dalam kelas, tidak pilih kasih dan tebang pilih, harus pandai memuji, menjadi pembicara dan pendengar yang baik bagi siswanya dan masih banyak kriteria "terpuji" lainnya yang harus dimiliki seorang guru untuk menjadi sosok yang baik. And I thought that I couldn't be like that. (Sad)

Finally, pada saat ingin melanjutkan studi ke jenjang sarjana strata 1, saya mengikuti Ujian Masuk Bersama (UMB) dengan memilih Teknik Arsitektur sebagai pilihan pertama. You know why? I like drawing and people said I was a good painter hahahha. Pilihan kedua Teknik informatika dan pilihan terakhir, pilihan ibuku Pendidikan Bahasa Inggris. Kamu pasti bisa menebak hasil ujiannya bagaimana. Yap, doa ibuku selalu mujarab. Di ujian UMB, saya lulus di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Then, saya mencoba lagi ujian SNMPTN dan lulus jurusan teknik informatika UNM. Inilah pertama kalinya saya bimbang memilih, apakah Pendidikan Bahasa Inggris dan belajar menjadi guru? ataukah belajar menjadi ahli TI? Lagi-lagi keputusan ku serahkan kepada ibuku (anak ibu banget ya? haha) and automatically pilihan jatuh ke.. jreng jeeenggg "Pendidikan Bahasa Inggris" (Clap hands, fellas!). Free memory.... And now I'm a teacher. Setelah proses pendidikan yang panjang dan rumit, lulus sebagai sarjana dan mencoba mengajar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, sometimes I ask ma self 

"Apakah saya sudah menjadi guru yang baik?"
I'm not pretty sure apakah saya sudah menjadi guru yang baik atau belum. I've been trying. Setidaknya saya sudah berusaha. But, Let my students answer it. Biarkan mereka yang menilai. Yang pasti, I always expect that I'll be your favorite teacher, sugar!

Then,
"Apakah saya benar-benar ditakdirkan untuk menjadi seorang guru?" 
Lagi-lagi saya sadar, menjadi guru itu susah. apalagi menjadi guru yang baik, jauh lebih susah. tapi entah mengapa saya perlahan menyadari bahwa saya telah melawati banyak hal untuk menjadi sosok guru yang seperti orang tuaku, even trying better dan saya justru menemukan diri saya menikmati every single moment untuk menjadi seorang guru. I'm trying and I always try getting better and better to be a good teacher for my students. That's all. Mungkin benar kata pepatah, Tuhan tidak memberikan apa yang kamu inginkan, tapi Ia memberikan apa yang kamu butuhkan dan mungkin inilah salah satu contohnya. Meskipun saya awalnya tidak mengharapkannya, tapi Tuhan memberi jalan yang lebih baik, jalan untuk menjadi seorang guru, mungkin. I hope so. And I'm blessed for that. Semoga semua orang yang membaca ini bisa menemukan jalan terbaik dari-Nya, Pilihan terbaik dari-Nya, dan ikhlas dalam menjalani takdirnya. I do believe, everyone deserves a good life no matter what profession it is...

XOXO,
Rath_

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS