_geekstuff_ : Tali kacamata a.k.a Glasses Strap

Sunday, October 30, 2016

wohooooo!! Assalamu alaikum... It's Monday morning fellas. Keep creating something new yooo...
Yah, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang hobi yang belakangan jadi ladang bisnis baruku. hahahah jreng jeeengggg saya lagi seneng-senengnya bikin Tali kacamata a.k.a glasses strap. kalau jaman dulu orang-orang berkacamata kaya saya bakalan mikir berkali-kali buat pakai tali kacamata soalnya bakal keliatan geek alias kaku abis. Eh, entah kenapa sekarang lagi nge-trend bikin variasi tali kacamata. Yang dulunya bahannya cuma tali biasa, sekarang tali kacamatanya bisa divariasi dengan manik-manik, mote, charm, rantai, batu sintesis and sooooooo on. Alat yang dipakaipun sederhana, cukup punya tang 3in1 plus gunting, sret sret sret jadi deehhh. Disini kita harus berpikir lebih kreatif untuk menciptakan model terbaru. Nah, yang aku buat kira-kira seperti ini:

 

Seminggu kemarin sih baru buat 4 model. Masih ada banyak ide di kepala sih, sayangnya kehabisan bahan and penjualan bahan craft di makassar masih sangat jarang :'( Nanti aku buat lagi model lainnya.
Oiya, aku sekarang mencoba jadikan hasil buatanku ini sebagai pemasukan tambahan. Lumayan 'kan hobi yang menghasilkan. hehehe.. So, kindly present to you all, buat katalog lengkap tali kacamata buatanku, cuss follow Instagram: _geekstuff_ . Thanks in advance, good people!

Time and truth are friends..

Wednesday, October 12, 2016

Saya punya cerita. Begini kejadiannya:
Suatu hari (di masa hp masih belum android) saya sering ditelepon oleh orang tak dikenal. Dia perempuan. Tanpa menyebutkan nama. Hanya berkata halo. Lalu teleponnya ditutup. Selalu seperti itu, berulang-ulang kali. Saya mencocokkan nomornya ke teman, tapi tak ada satupun yang mengenal. Sampai suatu saat, ada teman mengatakan "mungkin itu nomornya kakak kelas -- kak . . . . (senior perempuan yang mengulang mata kuliah di kelasku) dia sepertinya mau bertanya soal tugas tapi mungkin sungkan untuk bertanya." Alhasil, saya dengan santainya mengirim sms berupa tugas apa yang diberikan dosen, tapi lagi-lagi tanpa balasan. Dan yang terpenting, saya menyimpan nomor hp itu dengan baik tapi dengan nama kakak senior yang ku anggap adalah benar dia orangnya. Waktu berlalu dan akhirnya beralih ke masa semua orang memakai smartphone (and it's truly smart). Tanpa saya sadari, secara otomatis nomor hp tersebut ikut terdeteksi di aplikasi L*** dengan nama orang lain (dan dengan pasti saya kenal siapa orangnya) beserta foto profil yang tidak lagi bisa diragukan. Ternyata dia yang dulu selalu menelepon adalah orang yang selama ini bertindak seolah tidak tahu apa-apa, seolah tidak terjadi apa-apa, bertingkah laku "selayaknya" teman. Lalu saya bertanya pada diri saya sendiri, apa tujuannya menelepon saya sampai berulang-ulang? Teror kah? Atau hanya ingin membuat statement tentang keberadaannya? But why me? Everything happens for the reason, dan untuk masalah ini ternyata memang ada alasannya dan saya sudah memastikan dengan benar bahwa memang itu alasannya. Namun yang saya tidak mengerti adalah kenapa keberadaan saya dianggap mengancam ketentramannya. Lagi dan lagi waktu menjawab dan mempengaruhi seumur hidup saya. ✌

What are the points of this story?
1. Jangan menilai nyatanya hanya dari katanya. Apalagi menjudge seseorang hanya dari covernya.
2. Kalau kita tahu keburukannya, lebih baik simpan saja sebagai peringatan.
3. Lovers akan selamanya mempercayai dan haters akan selamanya membenci.
4. Wanita akan cenderung berbuat nekat, apabila merasa terancam.
5. Kebenaran akan terungkap dan hanya waktu yang akan menjawab semua pertanyaan yang belum sempat terjawab ataupun hal yang tidak kita mengerti.

I always say that I notice everything, but I just act like I don't. Cause semua hal di muka bumi ini adalah pelajaran. Dan orang yang paling bijak adalah orang yang mau belajar dalam sabarnya.

Quote of the day:
"Time and truth are friends, though there are many moments hostile to truth." -- Joseph Joubert

XOXO,
Rath_

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS