Tips and Trick: FAMILY TRIP to BALI (Tanpa Travel Agent)

Friday, December 30, 2016

Yoohoooo! It's getting closer to the end of 2016, rasanya masih kurang asik tanpa family trip. And FYI we've completely enjoyed our Family trip to Bali this year!! Horeeeee! Mungkin orang yang ngeliat kami ngelakuin family trip ini akan bilang "Wah asik banget!" Padahal dibalik itu semua, ada perjuangan besar yang harus kami lalui *hazegh hahahah..

But well, seperti yang aku bilang dijudul postingan ini Tips and Trick: Family Trip to Bali (Tanpa Travel Agent), aku akan ngejelasin secara rinci bagaimana caranya ngelakuin family trip yang mantep buat kalian sesuai dengan pengalaman aku yaaa yang nekat jalan-jalan tanpa make travel agent dengan alasan karena kita pengen nikmatin tripnya, bukan cuma mampir ke suatu lokasi wisata dan dikejar-kejar ama waktu... Oh ya, di keluarga aku itu yang kemaren ikut trip ada Momsky (60), Saya sendiri (25), Kakakku (26), kakak iparku (29) dan keponakanku (2)... So, Here they are the tips and trick guys!
  • First of all, yang harus kalian persiapkan untuk family trip adalah PLAN TRIP. Atur sebijak mungkin tanggal dan lokasi wisata yang mana yang mau kalian datangi beserta estimasi budgetnya. Ingat, lengkap dengan estimasi budget yaaa...
  • Selanjutnya, penentuan tanggal yang pas untuk semua anggota keluarga dari jauh-jauh hari. Lebih baik untuk pergi berlibur pada saat Low/Peak season (Februari-Mei atau Agustus-Oktober) karena semua harga mau itu sewa penginapan, sewa kendaraan, dan harga tiket pesawat buat ke Bali jauh lebih murah dibandingkan saat High Season (Juni-Juli atau November-Januari). Kemaren waktu aku liburan sih kebetulan milihnya pada saat High season, otomatis biaya perjalanan lebih butuh banyak duit. hehehhe
  • Setelah milih tanggal, yang berikutnya yang perlu kalian persiapkan adalah tabungan untuk beli tiket pesawat, penginapan, sewa kendaraan, biaya makan selama perjalanan dan tiket masuk ke lokasi wisata. Tips tabungan yang paling gampang yang bisa kalian lakukan adalah dengan sistem "Celengan 20 ribu!" Udah pada tahu nggak tentang celengan 20 ribu? Jadi aku dan keluargaku itu ngumpulin tabungan sejak Januari (Trip bulan Desember) yang berarti kami ngumpulin duit selama 1 tahun (Rencananya). Kenapa mesti uang 20 ribu? Soalnya lembaran uang 20 ribu itu yang paling jarang ada dibandingkan lembaran uang lain. Nah, setiap kalian dapet uang kembalian lembaran 20 ribu, cepet-cepet masukin duitnya di botol plastik biasa. Jangan dihitung-hitung, nanti bukanya pas mau beli tiket pesawat atau sewa penginapan atau disimpen buat biaya makan, tiket ke lokasi wisata dan lain-lain. Dulu rencananya kita mau ngumpulin duit dari Januari-Desember, tapi yah namanya manusia kadang lupa (pura-pura lupa) hahaha kita aktif ngumpulinnya cuma 6 bulan (Januari-Juni) doang, selebihnya ogah-ogahan lagi. Nah, tampilan celenganku dulu tuh kaya gini: 
    Celengan 20 ribuan :)
    Karena males-malesan celengan, alhasil waktu family trip, terpaksa kita bagi tugas, Momsky yang beli tiket pesawat, kakakku yang bayar penginapan dan saya yang bayar biaya penyewaan motor. Trus duit celengan yang kita kumpulin, dipake buat biaya tiket masuk ke lokasi wisata dan makan 4hari 3malam. Seandainya kamu rajin buat nabung selama 1 tahun, mungkin uang celengan cukup buat nge-cover semua biaya itu. Ya 'kan? 
  • Next, Note this guys, khusus buat ke Bali, apalagi pada saat High season, please beli tiket pesawat 3 bulan sebelum keberangkatan. Kenapa? Karena harganya jauh lebih murah dan kalian punya kesempatan untuk dapet tiket penerbangan dengan maskapai Garuda Indonesia yang kualitasnya gak usah diragukan. Waktu aku trip kemaren, kami berangkat Desember, dan kita udah beli tiketnya dari bulan September loh. Rute Makassar-Bali kalo gak salah ingat, aku belinya +/- Rp 600.000 per pax untuk tiket pergi pake Garuda Indonesia, beda puluhan ribu dengan maskapai lain. Tapi ini belum yang paling murah, maskapai lain waktu itu jauh lebih murah 50ribuan. Jadi, tergantung pilihan kalian, karena maskapai apapun akan lebih murah kalo belinya 3 bulan sebelum keberangkatan. Oh iya, karena gak pake travel agent, jadinya kita harus lincah beli tiket sendiri. Aku waktu itu belinya via Traveloka. Gak ribet, terpercaya, bisa refund and reschedule. Jadi asik banget buat beli tiket jauh-jauh hari.
  • Habis beli tiket, ya harus book penginapan. Lagi-lagi aku bookednya waktu itu pake traveloka. Sama kayak tiket pesawat, ada banyak penginapan yang bisa refund kok. Jadi lebih easy. terus milih penginapan yang mana selama di Bali? Yang pastinya murah tapi gak murahan. Yang sederhana aja, karena penginapan selama disana ya cuma buat istirahat dan mandi. Daerah yang bagus penginapannya yang mana? Yang aku tahu sih, semua kabupaten yang ada di Bali, ada tempat wisata menariknya, jadi pemilihan penginapan tergantung dari tempat wisata yang mau kalian kunjungi. Kalau saya waktu itu kebanyakan tempat wisata yang kami buat di plan trip itu yang dikawasan KUTA, makanya kita pilih penginapan di kuta juga. Sekedar saran aja sih, kalo mau nginep di kuta, mending nginep di BALI DWIPA HOTEL yang aku tempatin dulu. Lokasinya strategis, pelayanannya ramah, kamarnya nyaman dan memuaskan, murah, ada free breakfast dan free wifi. Plus bisa check in lebih cepat, siapa tau penerbangan kamu penerbangan pagi, tinggal telepon penginapannya, kamu udah bisa langsung kesana. Disana juga ada penyewaan mobil atau motor, jadi kalo gak mau ribet ya sekalian mesen disana aja. (Postingan tentang Bali Dwipa secara lengkap nanti aku share di postigan selanjutnya)
  • Next, Sewa kendaraan. Plan dengan matang kendaraan yang kalian pake dari Bandara ke penginapan, dari penginapan ke tempat wisata dan dari penginapan kembali ke Bandara. Satu pengalaman lagi yang bisa ku pelajari dari perjalanan kemaren adalah soal taxi online (such as Go-car and Grab Taxi). Kalo mungkin di kota-kota lain seperti Makassar, pake jasa kendaraan online itu udah biasa, apalagi murah dan gampang. Tapi kalo di Bali, remember this, ada beberapa daerah yang tidak memperbolehkan penggunaan Go-car ataupun grab di daerah mereka kecuali untuk drop off. Jadi agak susah buat kalian buat mesen taxi online disana karena mata pencaharian mereka yang berada di daerah tersebut adalah penyewaan mobil dan motor dan pastinya akan kalah harga dengan si taxi online ini. So, jangan heran kalo kalian mesen driver via online, trus drivernya ngebatalin. Itu karena mereka tahu kalo daerah yang akan kalian datangi adalah daerah yang menolak taxi online. Masalah harga gimana? waktu itu, cerita-cerita juga sama drivernya, katanya kalo kita nyewa mobil dari bandara, patokan harganya bandara-kuta itu sekitar 200ribu (tergantung jauhnya tempat penginpan, semakin jauh maka semakin mahal). Terus katanya, kalo mereka tahu kalian baru pertama kali dateng kesana, ada beberapa driver nakal yang kadang-kadang malah nambahin harga dengan alasan macet atau barang yang kalian bawa terlalu banyak. So, harus pinter-pinter buat milih penyewaan kendaraan. Terus selama di Bali, aku juga sewa motor. Alasannya karena Bali itu macetnya minta ampun. Lebih praktis kalo sewa motor dan pastinya jauh lebih hemat, bandingkan kalo sewa mobil disana per 10 jam 500-800ribu loh. Sedangkan untuk sewa motor, harganya saat high season itu sekitar 70rb-80rb kalo low season 50rb - 60rb. Waktu itu, aku sewa motornya di GITA MOTOR RENTAL. Pelayanannya bagus banget bisa diantar langsung ke bandara atau ke penginapan kamu. Cukup via WA chat-chat sama yang punya rental motor, tunjukin bookingan tiket pesawat dan hotel, kamu udah bisa sewa motor mereka. Jadi, kamu bisa jalan-jalan sepuasnya tanpa takut ngabisin banyak waktu di jalan karena macet. Yang penting sih kalian bisa bawa motor, itu yang paling penting. (Postingan tentang Gita Motor Rental nyusul yaa). Tips: Kalo barang bawaannya gak terlalu banyak, lebih baik minta ke penyewaan motornya untuk mengantar motor ke Bandara. Tinggal pake google maps aja biar gak nyasar ke penginapan. Hemat 'kan? hahaha
  • Then, yang gak kalah penting adalah soal makanan. Berhubung kita ngejalanin family trip, otomatis butuh biaya banyak untuk makan sekeluarga. Biar hemat, makannya di warung aja, tapi hati-hati yaaaa kalo makan di warung-warung yang ada di Bali. Pastikan kalo warung yang kalian masuki adalah warung berlabel HALAL atau MUSLIM. Karena ada banyak sekali warung non-halal yang berseliweran di bali. 
  • Teruuuuussss, yang paling terakhir dan yang paling penting adalah punya pulsa dan kuota internet. Karena eh karena kita gak pake travel agent, maka kuota internet yang bermain. hahahha. Saatnya google maps beraksi. Tinggal tulis lokasi wisata yang kamu mau, maka sang Google maps akan menunjukkan rutenya. Ingat, kalo kalian naik motor, atur pilihan rutenya dengan klik Hindari jalan Tol. Oke kan? 
Nah, itu dia tips dan trik yang bisa aku bagiin. Semoga membantu kamu saat pengen ngetrip tanpa travel agent juga. See you in the next post yaaahhh, postingannya masih seputar trip ke Bali kemaren!

XOXO,
Rath_

Suka Duka Jualan Online

Sunday, December 18, 2016

Yuhuuuu.. Temen-temen ada gak yang pernah punya niat atau bahkan udah jualan online. Trus menurut kamu, rasanya jualan online kaya gimana? Seneng, kesel, sabar and perasaan nano-nano yang bakalan kamu rasain kalo jadi penjual barang atau jasa via online. Ya kaya yang aku rasain, folks.

As you know, aku sebenarnya pernah jualan online sekitaran 6 bulan lalu. Aku coba-coba jualan pakaian dengan modal sejuta. Aku ceritanya beli barang dulu pake uang sendiri, habis itu barangnya ku foto ulang dan mau ku jual lagi, jadi reseller bukan dropship. You know what, selama mencoba promosi berbulan-bulan, gak ada selembar baju pun yang laku. Alhasil bajunya ku pake sendiri dan ku bagi-bagi ke sepupu. Modal? Yah mati begitu aja a.k.a GAGAL!

And then, belajar dari pengalaman yang lalu aku sadar betul kalo mau bisnis online harus punya konsep yang matang dan yang pasti anti-mainstream. Sebenernya sih ladang bisnisku yang kedua ini idenya muncul secara gak sengaja. Tapi alhamdulillah sukses. Ceritanya begini, waktu itu aku lihat-lihat di Instagram gitu, ini kok artis-artis pada pakai gantungan kacamata gitu, kembali ke jaman dulu. Kok lucu ya keliatannya? Nah, aku kan juga pakai kacamata ya, jadi rencananya mau aku pakai buat jalan-jalan. Terus beli deh di toko online orang. Waktu itu beli rantai polos aja tapi agak repot karena belinya harus di Jawa, sedangkan di Makassar belum ada yang jual. Mana ongkos kirim mahal. Terus pas rantainya udah sampe, ku coba modif-modif gitu lah pakai manik-manik yang unik dan ku pake buat jalan-jalan. Eh gak taunya banyak yang bilang lucu dan kalo dijual mungkin bakal laku. Nah, karena peluangnya besar dan mumpung di Makassar belum terlalu hits, aku coba deh buat berbagai macam kreasi tali kacamata. Terus aku foto dan share ke Instagram. Woowww.. Gak nyangka responnya positif banget. Alhamdulillah sekarang customernya udah dari berbagai kota, ada dari makassar sendiri, gowa, jakarta, semarang, batam dan masih banyak lagi. Tapi gitulah resikonya kalo customer udah banyak, kita dituntut untuk cekatan and sabar hadapin customer. Kadang ada yang bawel, nanya-nanya doang tapi gak beli, marah-marah, ada juga yang malah interview kita soal hal pribadi. Hehehe. Tapi namanya juga penjual yah, kita harus tetep nice sama customer.

Well, dari pengalaman ini aku belajar suka duka jualan online. Ternyata kunci dari jualan online itu, yang pertama barang yang kita jual harus anti-mainstream. Kenapa? You know lah, sekarang jamannya online dan orang bisa jual apa saja, otomatis saingan kita banyak. Nah, untuk mengurangi saingan, yah itu, barang yang kita jual harus yang gak banyak samanya a.k.a anti-mainstream. Yang kedua, yang terpenting dari jualan online adalah foto produk. Semakin bagus foto produk, maka semakin bagus respon customer ke kita. Yang ketiga, kalo jualan gak usah pasang harga yang terlalu mahal karena mau ngejar untung yang banyak. Yang wajar-wajar aja lah, yang penting kualitas no.1. Yang keempat, manfaatkan seluruh sosial media yang ada. Kamu punya berapa akun di sosial media? Pake semuanya, ada Instagram, twitter, fb, path dan lain-lain coba masukin foto produk kamu disitu. Apalagi sejarang udah banyak toko online terpercaya yang kasih kebebasan buat toko online kaya Tokopedia, shopee, bukalapak and so on, manfaatkan semuanya agar produk kamu bisa dikenal banyak orang. Yang terakhir, jadi pedagang mbok ya harus sabar. Meskipun customernya bawelnya minta ampun, yaaaaa mau gak mau kita sabar hadapinnya. Namanya juga pembeli adalah raja.

Nah, itulah pengalaman aku selama jualan online. Yang manisnya sih dapat duit jajan tambahan, pahitnya ya harus sabar hadapin customer. Tapi bukankah hidup tidak selamanya bahagia terus kan teman. So, tunggu apalagi, fellas? Yuk berwirausaha!

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS